Digital Entrepreneurship Academy

Digital Entrepreneurship Academy (DEA) merupakan bagian dari program Digital Talent Scholarship dari Kementerian Komunikasi dan Informatika bertujuan menyiapkan Sumber Daya Manusia unggul untuk mempercepat transformasi digital bidang kewirausahaan dalam rangka peningkatan ekonomi digital.

Mindset

Pelatihan DEA bertujuan untuk membentuk pola pikir wirausaha digital.

Skillset

Pelatihan DEA bertujuan untuk menambah keterampilan wirausaha digital.

Toolset

Pelatihan DEA bertujuan agar peserta menguasai perangkat untuk berwirausaha digital.

Digital Entrepreneurship Academy

Merupakan program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bertujuan menyiapkan Sumber Daya Manusia unggul untuk mempercepat transformasi digital bidang kewirausahaan.

Digital Entrepreneurship Academy (DEA) merupakan program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bertujuan menyiapkan Sumber Daya Manusia unggul untuk mempercepat transformasi digital bidang kewirausahaan dalam rangka meningkatkan ekonomi digital, dengan target yang dilatih pada tahun 2023 sejumlah 33.000 orang. Sasaran program ini mencakup pembentukan mindset wirausaha digital, penambahan skillset wirausaha digital, dan penguasaan toolset wirausaha digital.

Program DEA dimulai sejak tahun 2020 dengan tujuan awal banyaknya UMKM yang terdigitalisasi dan Upskilling pelaku wirausaha digital (digipreneur). Tahun 2021, DEA mengambil tema #BangkitDiMasaPandemi untuk membantu UMKM yang terdampak dalam hal pelatihan berjualan secara digital. Tahun 2022, DEA mengambil tema #PulihBersama untuk membantu UMKM agar usahanya dapat pulih di masa pandemi dengan pelatihan kewirausahaan digital. Tahun 2023, DEA mengambil tema #UMKMSemakinDigitalSemakinMaju agar banyak UMKM yang dapat masuk, tumbuh, dan berkembang di ekosistem digital.

Kurikulum pelatihan DEA didesain untuk pewirausaha dari pemula sampai dengan tingkat menengah dengan 3 fondasi Mindset, Skillset, dan Toolset dengan pendekatan Orientasi, Latihan, Umpan Balik berbasis student-centered experience:

  1. Orientasi: Penjelasan materi dengan komposisi waktu 40%
  2. Latihan: Praktek yang berpusat kepada peserta dengan komposisi 60%
  3. Umpan Balik: Klarifikasi apa yang telah diajarkan

Lulusan akademi diharapkan:

  1. Dasar (Basic): memiliki dan menerapkan pola pikir dan keterampilan berwirausaha digital 
  2. Madya (Intermediate): memiliki kemampuan untuk menggunakan dan mengoptimalisasi perangkat (tools) untuk berwirausaha digital

Outcome dari pelatihan ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekonomi digital Indonesia, dengan 2 target capaian utama:

  1. Menggerakkan ekonomi digital di dalam negeri
  2. Meningkatkan akses ke pelanggan baru
    a. Meningkatkan penjualan dan pendapatan
    b. Membuka akses baru ke pasar luar negeri 

Mitra Pelatihan

Google | Meta | Gojek | Tokopedia | Shopee | Grab | Bukalapak | AntGroup | FEB UI | MicroMentor

Apa kata mereka yang sudah mengikuti pelatihan

Teman Belajar Kaifa adalah salah satu dari banyak usaha bimbingan belajar lokal untuk siswa berusia 4-18 tahun. Usaha ini dimulai saat pandemi pada tahun 2021, dan memperkenalkan metode pembelajaran hybrid. Dengan menggunakan dan memanfaatkan alat digital, seperti menampilkan bisnis di Google Penelusuran dan Google Maps, pemiliknya, Cholifatus Eka Rahayu, berhasil meningkatkan jumlah siswa yang mendaftar ke kelas bimbingan belajarnya sebanyak 50%.
Cholifatus Eka Rahayu
Teman Belajar Kaifa
"Google DEA membantu saya lebih memahami cara memulai dan membuat rencana untuk bisnis online baru, serta menjalankan dan mengembangkan strategi pemasarannya, dengan cara yang canggih."
Peserta DEA 2022, Pemilik Usaha
Dari P. Jawa
"Profil dan layanan bisnis saya dapat dilihat oleh semua orang, dari belahan dunia mana pun. Google dapat meningkatkan kehadiran bisnis saya secara online tanpa saya harus pergi ke mana-mana untuk berpromosi."
Peserta DEA 2022, Pemilik Jasa TI/Telekomunikasi
Dari P. Sumatera
"Program Google Digital Entrepreneurship Academy sangat memengaruhi bisnis keluarga saya karena dari pelatihan tersebut, saya mendapatkan pengetahuan baru tentang cara berbisnis di era digital saat ini. Saya dapat memperluas jejaring dengan menampilkan bisnis saya di Google Maps sehingga makin banyak orang yang tahu bisnis keluarga saya."
Peserta DEA 2022, Mendukung Bisnis Keluarga
Dari P. Jawa

Hubungi Kami